Jenis dan Tipe Sistem
1.
Definisi
sistem dalam konteks manajemen
Dalam konteks
manajemen, sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari berbagai elemen atau
komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan
tertentu dalam organisasi. Sistem ini mencakup berbagai aspek seperti sumber
daya manusia, teknologi, prosedur, dan strategi yang digunakan untuk mengelola
dan mengoordinasikan aktivitas bisnis agar lebih efisien dan efektif.
Sistem dalam manajemen memiliki tiga elemen utama:
• Input – Sumber daya seperti tenaga kerja, data, atau
modal yang digunakan dalam proses manajemen.
• Proses – Tahapan atau metode yang diterapkan untuk
mengolah input menjadi hasil yang diinginkan.
• Output – Hasil akhir dari proses, seperti laporan
keuangan, keputusan strategis, atau produk dan layanan.
Contoh sistem dalam manajemen antara lain Sistem
Manajemen Keuangan, Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (HRM), dan Sistem
Manajemen Informasi (MIS). Semua sistem ini membantu organisasi dalam
perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan evaluasi agar tujuan bisnis
dapat tercapai dengan optimal.
2.
Pentingnya
memahami jenis dan tipe sistem dalam bisnis
• Pengambilan keputusan yang lebih tepat: Sistem seperti
Decision Support System dan Executive Information System menyediakan data dan
analisis yang mendalam sehingga pimpinan dapat mengambil keputusan strategis
yang tepat.
• Otomatisasi proses operasional: Transaction Processing
Systems mempermudah pengolahan transaksi rutin, mengurangi kesalahan manusia,
dan meningkatkan efisiensi operasional.
• Integrasi informasi lintas fungsi: Management Information
System membantu menggabungkan data dari berbagai departemen, sehingga
memudahkan koordinasi dan sinkronisasi operasional.
• Peningkatan efisiensi dan produktivitas: Dengan memahami
perbedaan antara sistem sederhana dan kompleks atau statis dan dinamis, bisnis
dapat merancang sistem yang optimal untuk meningkatkan produktivitas.
• Manajemen risiko yang lebih baik: Mengenali perbedaan
antara sistem deterministik dan probabilistik membantu dalam mengantisipasi
ketidakpastian dan mengelola risiko secara lebih efektif.
• Adaptabilitas terhadap perubahan: Pemahaman tentang
sistem terbuka dan tertutup serta fisik dan abstrak memungkinkan bisnis untuk
menyesuaikan sistemnya dengan kondisi pasar yang dinamis dan lingkungan
eksternal.
• Optimalisasi sumber daya: Expert System dan Executive
Information System memberikan insight penting bagi eksekutif dalam
pengalokasian sumber daya dan perencanaan strategis.
• Keunggulan kompetitif: Dengan memanfaatkan berbagai tipe
sistem informasi, bisnis dapat meningkatkan inovasi, efisiensi, dan respons
terhadap tantangan pasar sehingga memperoleh keunggulan kompetitif.
3.
Jenis
Sistem
a)
Berdasarkan
Wujud Fisik:
i)
Sistem
Fisik (Physical System): Sistem yang komponen dan elemennya berwujud fisik dan
dapat disentuh atau dilihat. Contohnya: komputer, mobil, pabrik, tata surya.
ii) Sistem
Abstrak (Abstract System): Sistem yang elemennya berupa konsep, ide, atau pemikiran
yang tidak berwujud fisik. Contohnya: sistem nilai, sistem kepercayaan, sistem
ideologi, sistem bahasa.
b)
Berdasarkan
Keterbukaan
i)
Sistem
Terbuka (Open System): Sistem yang berinteraksi dengan lingkungan luarnya.
Terjadi pertukaran input dan output dengan lingkungan. Sistem ini dipengaruhi
oleh lingkungan dan juga dapat memengaruhi lingkungan. Contohnya: organisasi,
bisnis, tubuh manusia.
ii)
Sistem
Tertutup (Closed System): Sistem yang tidak berinteraksi dengan lingkungan
luarnya. Tidak ada pertukaran input dan output. Dalam praktiknya, sistem
tertutup sempurna jarang ada, tetapi konsep ini berguna untuk pemodelan. Contoh
(mendekati): reaksi kimia dalam wadah terisolasi sempurna.
c)
Berdasarkan
Stabilitas
i)
Sistem
Statis (Static System): Sistem yang relatif tidak berubah seiring waktu.
Struktur dan komponennya cenderung tetap. Contoh: struktur bangunan, jembatan.
ii)
Sistem
Dinamis (Dynamic System): Sistem yang berubah seiring waktu. Komponen dan
interaksinya dapat berubah. Contoh: pasar saham, cuaca, ekosistem.
d)
Berdasarkan
Kompleksitas
i)
Sistem
Sederhana (Simple System): Sistem dengan sedikit komponen dan interaksi yang
mudah dipahami. Contoh: saklar lampu, tuas.
ii)
Sistem
Kompleks (Complex System): Sistem dengan banyak komponen yang saling
berinteraksi secara rumit dan sulit diprediksi. Contoh: otak manusia, internet,
sistem ekonomi global.
e) Berdasarkan Deterministik vs. Probabilistik
i)
Sistem
Deterministik: Output sistem dapat diprediksi secara pasti jika input dan
kondisi awalnya diketahui. Contoh: program komputer sederhana.
ii)
Sistem
Probabilistik: Output sistem tidak dapat diprediksi secara pasti, melainkan
memiliki probabilitas tertentu. Ada faktor acak atau ketidakpastian. Contoh:
permainan dadu, peramalan cuaca.
4.
Tipe
Sistem dalam Sistem Informasi Manajemen
1. TPS
(Transaction Processing Systems)
TPS (Transaction Processing System) adalah sistem yang
dirancang untuk menangani, mencatat, dan memproses transaksi bisnis secara
efisien dan otomatis.
Contohnya Sistem kasir di toko retail.
2. MIS
(Management Information Systems)
MIS (Management Information System) adalah sistem yang
digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan menganalisis data guna
mendukung pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi atau Perusahaan
Contohnya Laporan penjualan bulanan di perusahaan
F&B.
3. DSS
(Decision Support Systems)
DSS (Decision Support System) adalah sistem berbasis
komputer yang membantu dalam pengambilan keputusan dengan menganalisis data dan
menyajikan informasi yang relevan.
Contohnya Sistem analisis harga di perusahaan manufaktur.
4. EIS
(Executive Information Systems)
EIS (Executive Information System) adalah sistem yang
dirancang khusus untuk eksekutif perusahaan guna membantu dalam pengambilan
keputusan strategis.
Contohnya Dashboard kinerja perusahaan di perusahaan
multinasional.
5. ES
(Expert Systems)
ES (Expert System) adalah sistem berbasis komputer yang
dirancang untuk meniru proses pengambilan keputusan seorang ahli di bidang
tertentu.
Contohnya Sistem diagnosa mesin di perusahaan otomotif.
5.
Perbedaan
Tipe Sistem
6. Contoh Implementasi di Perusahaan
• Sales Force Automation System (SFA) : Bermanfaat bagi tim penjuala
• Financial Accounting System (FAS) : Memudahkan tim keuangan dalam melakukan
perhitungan, seperti perhitungan hutang dagang dan hutang dagang
• Enterprise Resource Planning (ERP) : Menggabungkan berbagai fungsi bisnis,
seperti keuangan, produksi, penjualan, dan sumber daya manusia
• Customer Relationship Management (CRM) : Mengelola interaksi perusahaan dengan
pelanggan
• Supply Chain Management (SCM) : Mengelola rantai pasokan perusahaan
• Sistem Pemrosesan Transaksi (TPS) : Mengumpulkan, menyimpan, dan mengambil
data yang terkait dengan transaksi bisnis harian
• Knowledge Management System (KMS) : Membantu perusahaan dalam proses
pelayanan pelanggan
• Sistem Informasi Pemasaran (MkIS) : Sering digunakan oleh divisi
pemasaran
• Business Intelligence System (BIS) : Membantu perusahaan dalam pengambilan
keputusan


Komentar
Posting Komentar