Serangan pada Sistem dan Penyalahgunaan Sistem
Definisi sistem informasi, serangan sistem, dan penyalahgunaan sistem
Definisi Sistem Informasi
Sistem informasi secara umum dapat didefinisikan
sebagai kombinasi terorganisir dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak
(software), data, prosedur, dan orang-orang yang berinteraksi untuk
mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi. Tujuan
utama dari sistem informasi adalah untuk mendukung operasi, manajemen,
analisis, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
Definisi Serangan Sistem
Serangan sistem merujuk pada tindakan atau upaya yang
tidak sah untuk mengakses, merusak, mengganggu, atau menonaktifkan suatu sistem
informasi, sumber daya jaringan, atau data yang tersimpan di dalamnya. Serangan
ini dapat dilakukan oleh individu, kelompok, atau bahkan negara dengan berbagai
motif, mulai dari keuntungan finansial, spionase, sabotase, hingga aktivisme.
Definisi Penyalahgunaan Sistem
Penyalahgunaan sistem adalah penggunaan sistem
informasi atau sumber daya teknologi secara tidak benar, tidak etis, atau
melanggar kebijakan dan peraturan yang berlaku. Penyalahgunaan ini tidak selalu
melibatkan serangan dari pihak luar, tetapi sering kali dilakukan oleh pihak
internal yang memiliki akses sah ke sistem.
Jenis jenis serangan sistem informasi
- Malware: Virus atau program jahat.
- Phishing: Penipuan data lewat email/situs palsu.
- DoS/DDoS: Membanjiri server agar mati.
- SQL Injection: Menyisipkan kode jahat ke database.
- Man in the Middle: Menyadap komunikasi.
- XSS: Skrip jahat di website.
- Ransomware: Data dikunci, minta tebusan.
- Social Engineering: Manipulasi korban.
- Credential Reuse: Pakai password bocor.
- Data Breach: Kebocoran data.
- Hacking: Bajak sistem.
- Spoofing: Menyamar menipu.
Penyalahgunaan Sistem
Penyalahgunaan sistem terjadi ketika seseorang
memanfaatkan sistem informasi tidak sesuai dengan tujuan dan aturan yang telah
ditetapkan. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari mengakses data tanpa
izin, memanipulasi informasi, hingga menggunakan sistem untuk kepentingan
pribadi.
Salah satu contoh nyata adalah kasus karyawan bank
yang mengubah data rekening nasabah demi keuntungan pribadi, atau peretas yang
mencuri data pengguna dari situs belanja online.
Penyebabnya sering kali berasal dari lemahnya
pengawasan, rendahnya kesadaran etika, serta sistem keamanan yang kurang
memadai. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk membangun sistem yang
tidak hanya canggih, tapi juga aman dan diawasi dengan baik.
Dampak Serangan dan Penyalahgunaan pada Sistem
1. Kerugian finansial: Pencurian dana, pemerasan (ransomware),
dan gangguan bisnis.
2. Kehilangan data: Data hilang, rusak, atau tidak dapat
diakses.
3. Kerusakan reputasi: Hilangnya kepercayaan pelanggan dan citra
buruk di media.
4. Konsekuensi hukum: Denda, sanksi, dan tuntutan hukum.
5. Gangguan operasional: Sistem lumpuh, produktivitas menurun.
6. Pencurian kekayaan intelektual: Bocornya rahasia dagang dan strategi
bisnis.
7. Dampak psikologis: Stres pada karyawan dan ketakutan
pengguna.
Pencegahan dan Penanganan
A. Pencegahan
- Penggunaan
Sistem Keamanan Berlapis (Layered Security)
- Enkripsi
Data
- Penerapan
Kebijakan Keamanan yang Ketat
- Pelatihan dan Edukasi Pengguna
B. Penanganan
- Respons
Insiden (Incident Response Plan)
- Backup
dan Disaster Recovery
- Isolasi
Sistem yang Terdampak
Contoh studi kasus nyata serangan pada sistem dan penyalahgunaan sistem adalah kasus peretasan data BPJS Kesehatan dan kasus fraud pegawai BUMN.
Kasus pertama, pada bulan Mei 2021, data milik lebih
dari 279 juta penduduk Indonesia diklaim bocor dan diperjualbelikan di forum
dark web. Kasus kedua, seorang pegawai bank BUMN yaitu BRI pada tahun 2020
menyalahgunakan kewenangnya pada sistem internal untuk mengalihkan dana nasabah
ke rekening pribadinya.
Penyebab kasus pertama adalah kelemahan pada sistem
keamanan cyber. Penyebab kasus kedua adalah kurangnya kontrol dan audit pada
sistem transaksi dan pemantauan aktivitas pegawai.
Dampak dari kasus pertama adalah menurunnya
kepercayaan publik terhadap instansi pemerintahan dan risiko penyalahgunaan
oleh pihak ketiga untuk penipuan. Dampak dari kasus kedua adalah reputasi bank
terganggu dan kerugian finansial bagi perusahaan dan juga nasabah.

Komentar
Posting Komentar